Jumat, 17 Juli 2020

Rumah Adat Tradisional Bubungan Lima Provinsi Bengkulu


 RUMAH ADAT TRADISIONAL BUBUNGAN LIMA


Dahulu, wilayah Bengkulu dihuni banyak kerajaan antara lain Kerajaan Selebar, Kerajaan Sungai Serut, Kerajaan Balai Buntar, Kerajaan Sungai Lemau, Kerajaan Marau Riang dan kerajaan lainnya. Oleh karena itu, Bengkulu kemudian kental dengan budaya.


Kemudian, masyarakat sekitar membangun sebuah rumah yang mengidentikkan dengan budaya Bengkulu. Rumah tersebut dinamakan Bubungan Lima. Sama seperti wilayah lainnya,  juga menyimpan falsafah hidup masyarakat setempat. Rumah adat Bengkulu ini tidak ditujukan untuk tempat tinggal umum. Rumah Bubungan Lima memiliki fungsi khusus yakni sebagai tempat dilaksanakannya berbagai ritual adat seperti kelahiran, penyambutan tamu, perkawinan, dan juga kematian.


Pada umumnya, masyarakat membuat rumah apik nan cantik ini dari kayu medang kemuning atau dikenal juga dengan nama balam. Kayu ini dipilih sebab karakternya lembut namun ia tahan lama bahkan hingga ratusan tahun. Adapun bagian lantai rumah Bubungan Lima ini terbuat dari papan,. Bagian atapnya disusun dari ijuk enau bisa juga sirap dan bagian depan rumah terdapat tangga.


Selain itu, Rumah Bubungan Lima dibangun tinggi agar menghindari pemilik rumah beserta keluarga dari serangan binatang liar dan juga dari bencana alam seperti banjir dan gempa. Karena tinggi Rumah Bubungan Lima ini, maka orang-orang yang hendak masuk ke dalam rumah pun harus menggunakan tangga. Tangga yang digunakan untuk masuk ke dalam rumah umumnya mempunyai jumlah anak tangga yang ganjil sesuai dengan kepercayaan masyarakat Bengkulu. Rumah Bubungan Lima ini merupakan salah satu Budaya Indonesia yang menjadi objek wisata.





Senin, 06 April 2020

Dermawan Di Tengah COVID-19


Dermawan di Tengah Covid-19
Oleh : Epran


Gambar 1. Covid-19

Akhir-akhir ini dunia digemparkan dengan hadirnya covid-19. Salah-satu makhluk Allah yang sangat kecil namun sangat ditakuti oleh manusia karena dapat mengakibatkan kematian.  Saat ini beberapa negara di dunia sudah menerapkan lockdown untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 di negara tersebut seperti, Italia, Amerika Serikat, China, dan sebagainya. Termasuk beberapa kota di Indonesia yang telah menerapkan lockdown seperti halnya, Jakarta. Pemerintah Indonesia telah memerintahkan dan menganjurkan setiap rakyatnya untuk stay at home (menetap di rumah), tidak keluar rumah jika bukan karena alasan yaang sangat penting.

Gambar 2. Pembagian sembako kepada masyarakat


Gambar 3. Seorang nenek yang menerima sembako

Disaat seperti ini, uluran dan bantuan dari pemerintah sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Bukan hanya itu saja, kasih sayang dan perhatian juga sangat diperlukan antar sesama. Dengan adanya pandemi ini, sangat bisa terjadi pendapatan masyarakat menjadi berkurang.  Melihat kebutuhan masyarakat semakin meningkat dan kebijakan semi lockdown ini berlanjut, maka dari itu peran dari para dermawan sangat dibutuhkan. Saat ini sangat banyak masyarakat yang terkena dampak dari covid-19. Semoga kita menjadi orang yang mempermudah kesulitan orang lain. Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda : “Barang siapa yang mempermudah kesulitan orang lain, maka Allah Ta’ala akan mempermudah urusannya di dunia dan di akhirat” (Hadist Riwayat: Muslim No. 2699).

Gambar 3. Pembagian sembako di daerah Bentiring, Kota Bengkulu

Alhamdulillah,  penulis berkesempatan untuk membagikan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan. Sembako tersebut bukanlah dari penulis langsung hehehe, melainkan dari 1 keluarga yang dermawan. Keluarga tersebut sudah Allah Ta’ala cukupkan rezekinya di dunia. Dengan adanya keadaan seperti ini, keluarga tersebut berencana agar keadaan ini menjadi ladang pahala bagi mereka. Tidak hanya doa yang dipanjatkan, namun uluran tangan berupa bantuan pangan/sembako juga disalurkan keluarga tersebut kepada masyarakat sekitar. Keluarga tersebut berkata kepada penulis, “bahwasanya bukan seberapa banyak yang diberikan, namun seberapa besar keikhlasan kita membantu sesama di tengah keadaan yang mencekam seperti saat ini.” Sungguh kalimat yang menyentuh hati.

Sudah sepantasnya yang besar melindungi yang kecil. Yang kaya mengasihi yang miskin. Harapannya, kita semua dapat bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang lain. Mari kita panjatkan doa dan berharap kepada Sang Penguasa agar pandemi ini segera berakhir. Aamiin


Jumat, 03 April 2020

Selama Ini Kemana ?


Selama Ini Kemana ?
Oleh : Epran



Ketika bencana melanda, manusia berbondong-bondong ke status hamba. Selama ini kemana ?
Sehari tak jumpa aku rasa ada yang berbeda. Sepekan tak jumpa hati ini mulai gelisah. Entah bagaimana jika terlalu lama tak jumpa. Jika tak berjumpa di dunia yang fana, aku harap dapat bersua di taman-taman surga. Aku berharap kepada kita semua, agar dapat megambil hikmah dari sekian banyak bencana yang melanda. Aku berharap kepada sang Penguasa agar tetap membersamai langkah ketika kenikmatan dunia yang sangat menggoda. Apa ingin dikata, kita hanya memegang status hamba yang kelak akan kembali pada-Nya.
Ketika bencana melanda, manusia berbondong-bondong ke status hamba. Selama ini kemana ?
Akhir-akhir ini dunia digemparkan dengan hadirnya covid-19. Salah-satu makhluk Allah yang sangat kecil namun sangat ditakuti oleh manusia karena dapat mengakibatkan kematian. 
Saat ini beberapa negara di dunia sudah menerapkan lockdown untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 di negara tersebut seperti, Italia, Amerika Serikat, China, dan sebagainya. Termasuk beberapa kota di Indonesia yang telah menerapkan lockdown seperti halnya, Jakarta. Pemerintah Indonesia telah memerintahkan dan mengajurkan setiap rakyatnya untuk stay at home (menetap di rumah), tidak keluar rumah jika bukan karena alasan yaang sangat penting . Kita dirundung ketakutan dikarenakan penyakit yang disebabkan covid-19  tersebut. Namun kita lupa, bahwasanya ada penyakit yang lebih berbahaya, yaitu penyakit Al-Wahn.
Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda : “Hampir tiba masanya kalian diperebutkan seperti sekumpulan pemangsa yang memperebutkan makanannya.” Maka seseorang bertanya: ”Apakah karena sedikitnya jumlah kita?” ”Bahkan kalian banyak, namun kalian seperti buih mengapung. Dan Allah telah mencabut rasa gentar dari dada musuh kalian terhadap kalian. Dan Allah telah menanamkan dalam hati kalian penyakit Al-Wahn.” Seseorang bertanya: ”Ya Rasulullah, apakah Al-Wahn itu?” Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: ”Cinta dunia dan takut akan kematian.” (HR Abu Dawud 3745).
Mari bersama-sama kita perbaiki iman kita kepada sang Penguasa. Mari kita ambil hikmah yang tersimpan dari bencana yang melanda. Sejatinya, kita diberikan Sang Pencipta akal untuk berfikir tentang kebesaran-Nya. Dan Covid-19 adalah salah-satu tanda-tanda kebesaran-Nya.


Laskar Rafflesia (Upaya Memperkenalkan Kearifan Lokal Bengkulu Melalui Media Sosial)


Laskar Rafflesia
 (Upaya Memperkenalkan Kearifan Lokal Bengkulu Melalui Media Sosial)
Oleh : Epran


Gambar 1. Founder Laskar Rafflesia

Teknologi yang katanya bisa membuat manusia menjadi maju, nyatanya menjadi candu. Yang katanya memudahkan, nyatanya bisa jadi sebagai suatu bencana yang tidak direncanakan. Katanya, teknologi memudahkan siapapun untuk menggenggam dunia, tapi nyatanya banyak yang terlena sehingga mencengkram dan bisa menghancurkan sebuah bangsa. Tidak usah dihitung berapa banyak tindak kejahatan karena kemajuan teknologi, juga tidak usah dihitung seberapa banyak kasus menurunnya moral yang terjadi karena kurang bijaknya dalam menggunakan teknologi. Lalu apa yang harus kita lakukan? Apakah berdiam diri saja? Sedang teknologi, robot-robot, dan internet terus berusaha menguasai kita secara perlahan. Tidak! Jangan diam saja!
Umumnya, masyarakat kini menggunakan media untuk mengakses informasi. Presiden, Menteri, Pekerja, bahkan sampai Tukang Ojek dan Pedagang Kaki Lima saja memiliki ponsel yang setidaknya dapat mengakses informasi yang dimudahkan oleh adanya internet. Kini semua orang diberi kebebasan untuk memberikan opininya di berbagai situs media online yang memang tersedia (facebook, Twitter, Instagram, dll) dan mudah untuk diakses. Bahkan karena kemudahan dan banyaknya orang yang dapat mengakses situs tersebut, media online kini digunakan oleh aktor politik, influencer, ataupun motivator untuk menyampaikan pendapat atau pernyataannya yang dapat mempengaruhi pemikiran khalayak pada umumnya.
Indonesia bukan lagi negara jajahan pada 74 tahun silam, bukan pula negara yang tertutup dari pengaruh dunia luar. Semua dapat diakses dengan cepatnya, seiring berkembangnya teknologi industri 4.0. Secara tidak langsung revolusi industri 4.0 merubah segala bentuk perilaku, sikap, moral, sosial, budaya bahkan pola pikir penggunanya. Bagaimana tidak? begitulah hebatnya pengaruh yang ditimbulkan dari revolusi industri 4.0 sampai dapat mempengaruhi pola pikir generasinya. 
Penulis sangat merasakan pengaruh besar yang diberikan dari revolusi industri 4.0. Masa kecil anak 90-an diwarnai dengan permainan tradisional, dimana dalam permainan tradisional itu secara tidak langsung melatih hubungan sosial antar anak. Dalam bermain akan timbul masalah yang nantinya akan diselesaikan secara bersama-sama. Ada banyak pengajaran disana, baik itu kerja sama tim dan juga menghadirkan rasa kepedulian terhadap sesama. Generasi ini disebut juga sebagai generasi X, dinama pada masa generasi ini revolusi industri 4.0 belum berkembang pesat.  
Namun berbeda seperti apa yang penulis amati pada generasi saat ini, asik dengan gadget yang menjadi budaya bagi mereka. Generasi saat ini disebut dengan generasi Y atau yang lebih kita kenal dengan sebutan Generasi Milenial. Generasi Milenial sendiri ialah generasi yang cepat menghadapi segala bentuk perubahan.
Menurut seorang penelitian dari digital GFK Asia, penduduk indonesia menghabiskan 5,6 jam per hari untuk memainkan smartphone. Tentu, ini adalah durasi yang cukup lama bagi seseorang untuk memainkan smartphone. Salah-satunya Instagram, jenis media sosial yang hampir dimiliki oleh setiap kalangan, dimulai dari anak-anak ,remaja atau bahkan sampai kalangan orang tua. Jumlah pengguna instagram indonesia terbesar ke-4 di dunia. Banyak dari berbagai kalangan yang pindah menggunakan media sosial, awalnya facebook lalu pindah ke instagram. Karena, fitur instagram yang lebih banyak dan sesuai perkembangan zaman.
Bengkulu yang merupakan suatu provinsi yang terletak di pesisir barat pulau sumatera dan berhadapan langsung dengan Samudera Hindia, tentu mempunyai berbagai kearifan lokal . Dimulai dari budaya, tradisi, pariwisata, dan sebagainya. Namun, kurangnya perhatian dari masyarakat dan khususnya  pemuda Bengkulu tentang kearifan lokal Bengkulu, membuat Bengkulu kurang terangkat di kancah nasional. Bahkan, Bengkulu termasuk salah-satu provinsi tertinggal yang ada di Indonesia. Bahkan, sebagian pemuda Bengkulu sendiri tidak mengetahui budaya Tabot, yang merupakan budaya sakral tahunan Bengkulu dan bunga Rafflesia Arnoldi, yang merupakan flora endemik Bengkulu.Oleh karena itu, perlu adanya usaha dari generasi muda Bengkulu untuk memperkenalkan Bengkulu ke kancah Nasional.  
Dengan adanya media sosial seperti Instagram, dapat mempermudah bagi kalangan yang mau mempromosikan sesuatu. Maka dari itu, penulis telah membuat suatu akun di Instagram yang berisi content tentang kearifan lokal Bengkulu, dimulai dari memperkenalkan budaya Bengkulu, pariwisata Bengkulu, dan lain sebagainya (@laskar_Rafflesia). Ini bertujuan untuk menambah pengetahuan kepada masyarakat luas, bahwasanya di Bengkulu juga banyak budaya yang unik dan pariwisata yang indah. Sehingga, mereka dapat berkunjung ke Bengkulu. Salah satu yang telah dipublikasikan melalui instagram yaitu, Rumah Pengasingan Bung Karno. Banyak yang tidak tahu kalau Soekarno sang proklamator bangsa Indonesia pernah diasingkan di Bengkulu. Oleh karena itu, penulis telah membuat content tentang Rumah Pengasingan Bung Karno di Instagram. Ini dengan tujuan untuk menginformasikan kepada masyarakat luas bahwasanya Bung Karno pernah diasingkan ke Bengkulu sebelum kemerdekaan.
Menjadi generasi cerdas bukan lagi sebuah pilihan, tetapi menjadi sebuah tuntutan bagi generasi di era ini. Sebagai seorang pemuda kita harus peka terhadap lingkungan. Revolusi industri 4.0 juga bukan sebuah pilihan, melainkan sebuah tututan agar tidak tertinggal dengan perkembangannya. Tapi menjaga nilai-nilai sosial budaya adalah kewajiban sebagai perwujudan kebanggaan dasar negara kita Pancasila. Jadilah generasi penawar racun, bukan pula menjadi penebar racun. Keputusan ada ditangan kita masing-masing, ambil keputusan yang bijak sebagai generasi milenial yang cerdas. Jadi, sebenarnya tidak ada yang tidak bisa kita lakukan untuk menjaga kearifan lokal yang kita punya serta memperkenalkannya kepada khalayak umum . Kehadiran dan kemajuan teknologi bukanlah alasan kenapa akhirnya kearifan lokal kita akan terlupakan dan tinggal terkenang nantinya. Kehadiran dan kemajuan teknologi adalah adalah sebuah tantangan yang harus dihadapi sama-sama. Mari kita sebarkan dan viralkan sesuatu kebaikan, karena sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain.