RUMAH ADAT TRADISIONAL BUBUNGAN
LIMA
Dahulu, wilayah Bengkulu dihuni banyak kerajaan
antara lain Kerajaan Selebar, Kerajaan Sungai Serut, Kerajaan Balai Buntar,
Kerajaan Sungai Lemau, Kerajaan Marau Riang dan kerajaan lainnya. Oleh karena
itu, Bengkulu kemudian kental dengan budaya.
Kemudian, masyarakat sekitar membangun sebuah rumah
yang mengidentikkan dengan budaya Bengkulu. Rumah tersebut dinamakan Bubungan
Lima. Sama seperti wilayah lainnya, juga menyimpan falsafah hidup
masyarakat setempat. Rumah adat Bengkulu ini tidak ditujukan untuk tempat
tinggal umum. Rumah Bubungan Lima memiliki fungsi khusus yakni sebagai tempat
dilaksanakannya berbagai ritual adat seperti kelahiran, penyambutan tamu,
perkawinan, dan juga kematian.
Pada
umumnya, masyarakat membuat rumah apik nan cantik ini dari kayu medang kemuning
atau dikenal juga dengan nama balam. Kayu ini dipilih sebab karakternya lembut
namun ia tahan lama bahkan hingga ratusan tahun. Adapun bagian lantai rumah
Bubungan Lima ini terbuat dari papan,. Bagian atapnya disusun dari ijuk enau
bisa juga sirap dan bagian depan rumah terdapat tangga.
Selain itu, Rumah Bubungan Lima dibangun tinggi agar
menghindari pemilik rumah beserta keluarga dari serangan binatang liar dan juga
dari bencana alam seperti banjir dan gempa. Karena tinggi Rumah Bubungan Lima ini,
maka orang-orang yang hendak masuk ke dalam rumah pun harus menggunakan tangga. Tangga
yang digunakan untuk masuk ke dalam rumah umumnya mempunyai jumlah anak tangga
yang ganjil sesuai dengan kepercayaan masyarakat Bengkulu. Rumah Bubungan
Lima ini merupakan salah satu Budaya
Indonesia yang menjadi objek wisata.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar