Jumat, 03 April 2020

Laskar Rafflesia (Upaya Memperkenalkan Kearifan Lokal Bengkulu Melalui Media Sosial)


Laskar Rafflesia
 (Upaya Memperkenalkan Kearifan Lokal Bengkulu Melalui Media Sosial)
Oleh : Epran


Gambar 1. Founder Laskar Rafflesia

Teknologi yang katanya bisa membuat manusia menjadi maju, nyatanya menjadi candu. Yang katanya memudahkan, nyatanya bisa jadi sebagai suatu bencana yang tidak direncanakan. Katanya, teknologi memudahkan siapapun untuk menggenggam dunia, tapi nyatanya banyak yang terlena sehingga mencengkram dan bisa menghancurkan sebuah bangsa. Tidak usah dihitung berapa banyak tindak kejahatan karena kemajuan teknologi, juga tidak usah dihitung seberapa banyak kasus menurunnya moral yang terjadi karena kurang bijaknya dalam menggunakan teknologi. Lalu apa yang harus kita lakukan? Apakah berdiam diri saja? Sedang teknologi, robot-robot, dan internet terus berusaha menguasai kita secara perlahan. Tidak! Jangan diam saja!
Umumnya, masyarakat kini menggunakan media untuk mengakses informasi. Presiden, Menteri, Pekerja, bahkan sampai Tukang Ojek dan Pedagang Kaki Lima saja memiliki ponsel yang setidaknya dapat mengakses informasi yang dimudahkan oleh adanya internet. Kini semua orang diberi kebebasan untuk memberikan opininya di berbagai situs media online yang memang tersedia (facebook, Twitter, Instagram, dll) dan mudah untuk diakses. Bahkan karena kemudahan dan banyaknya orang yang dapat mengakses situs tersebut, media online kini digunakan oleh aktor politik, influencer, ataupun motivator untuk menyampaikan pendapat atau pernyataannya yang dapat mempengaruhi pemikiran khalayak pada umumnya.
Indonesia bukan lagi negara jajahan pada 74 tahun silam, bukan pula negara yang tertutup dari pengaruh dunia luar. Semua dapat diakses dengan cepatnya, seiring berkembangnya teknologi industri 4.0. Secara tidak langsung revolusi industri 4.0 merubah segala bentuk perilaku, sikap, moral, sosial, budaya bahkan pola pikir penggunanya. Bagaimana tidak? begitulah hebatnya pengaruh yang ditimbulkan dari revolusi industri 4.0 sampai dapat mempengaruhi pola pikir generasinya. 
Penulis sangat merasakan pengaruh besar yang diberikan dari revolusi industri 4.0. Masa kecil anak 90-an diwarnai dengan permainan tradisional, dimana dalam permainan tradisional itu secara tidak langsung melatih hubungan sosial antar anak. Dalam bermain akan timbul masalah yang nantinya akan diselesaikan secara bersama-sama. Ada banyak pengajaran disana, baik itu kerja sama tim dan juga menghadirkan rasa kepedulian terhadap sesama. Generasi ini disebut juga sebagai generasi X, dinama pada masa generasi ini revolusi industri 4.0 belum berkembang pesat.  
Namun berbeda seperti apa yang penulis amati pada generasi saat ini, asik dengan gadget yang menjadi budaya bagi mereka. Generasi saat ini disebut dengan generasi Y atau yang lebih kita kenal dengan sebutan Generasi Milenial. Generasi Milenial sendiri ialah generasi yang cepat menghadapi segala bentuk perubahan.
Menurut seorang penelitian dari digital GFK Asia, penduduk indonesia menghabiskan 5,6 jam per hari untuk memainkan smartphone. Tentu, ini adalah durasi yang cukup lama bagi seseorang untuk memainkan smartphone. Salah-satunya Instagram, jenis media sosial yang hampir dimiliki oleh setiap kalangan, dimulai dari anak-anak ,remaja atau bahkan sampai kalangan orang tua. Jumlah pengguna instagram indonesia terbesar ke-4 di dunia. Banyak dari berbagai kalangan yang pindah menggunakan media sosial, awalnya facebook lalu pindah ke instagram. Karena, fitur instagram yang lebih banyak dan sesuai perkembangan zaman.
Bengkulu yang merupakan suatu provinsi yang terletak di pesisir barat pulau sumatera dan berhadapan langsung dengan Samudera Hindia, tentu mempunyai berbagai kearifan lokal . Dimulai dari budaya, tradisi, pariwisata, dan sebagainya. Namun, kurangnya perhatian dari masyarakat dan khususnya  pemuda Bengkulu tentang kearifan lokal Bengkulu, membuat Bengkulu kurang terangkat di kancah nasional. Bahkan, Bengkulu termasuk salah-satu provinsi tertinggal yang ada di Indonesia. Bahkan, sebagian pemuda Bengkulu sendiri tidak mengetahui budaya Tabot, yang merupakan budaya sakral tahunan Bengkulu dan bunga Rafflesia Arnoldi, yang merupakan flora endemik Bengkulu.Oleh karena itu, perlu adanya usaha dari generasi muda Bengkulu untuk memperkenalkan Bengkulu ke kancah Nasional.  
Dengan adanya media sosial seperti Instagram, dapat mempermudah bagi kalangan yang mau mempromosikan sesuatu. Maka dari itu, penulis telah membuat suatu akun di Instagram yang berisi content tentang kearifan lokal Bengkulu, dimulai dari memperkenalkan budaya Bengkulu, pariwisata Bengkulu, dan lain sebagainya (@laskar_Rafflesia). Ini bertujuan untuk menambah pengetahuan kepada masyarakat luas, bahwasanya di Bengkulu juga banyak budaya yang unik dan pariwisata yang indah. Sehingga, mereka dapat berkunjung ke Bengkulu. Salah satu yang telah dipublikasikan melalui instagram yaitu, Rumah Pengasingan Bung Karno. Banyak yang tidak tahu kalau Soekarno sang proklamator bangsa Indonesia pernah diasingkan di Bengkulu. Oleh karena itu, penulis telah membuat content tentang Rumah Pengasingan Bung Karno di Instagram. Ini dengan tujuan untuk menginformasikan kepada masyarakat luas bahwasanya Bung Karno pernah diasingkan ke Bengkulu sebelum kemerdekaan.
Menjadi generasi cerdas bukan lagi sebuah pilihan, tetapi menjadi sebuah tuntutan bagi generasi di era ini. Sebagai seorang pemuda kita harus peka terhadap lingkungan. Revolusi industri 4.0 juga bukan sebuah pilihan, melainkan sebuah tututan agar tidak tertinggal dengan perkembangannya. Tapi menjaga nilai-nilai sosial budaya adalah kewajiban sebagai perwujudan kebanggaan dasar negara kita Pancasila. Jadilah generasi penawar racun, bukan pula menjadi penebar racun. Keputusan ada ditangan kita masing-masing, ambil keputusan yang bijak sebagai generasi milenial yang cerdas. Jadi, sebenarnya tidak ada yang tidak bisa kita lakukan untuk menjaga kearifan lokal yang kita punya serta memperkenalkannya kepada khalayak umum . Kehadiran dan kemajuan teknologi bukanlah alasan kenapa akhirnya kearifan lokal kita akan terlupakan dan tinggal terkenang nantinya. Kehadiran dan kemajuan teknologi adalah adalah sebuah tantangan yang harus dihadapi sama-sama. Mari kita sebarkan dan viralkan sesuatu kebaikan, karena sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar